Perjuangan Mendapatkan Akreditasi Kampus


Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata akreditasi teman-teman?. Jawaban kalian bisa dipastikan berbeda satu dengan yang lain. Ada yang menjawab akreditasi adalah sesuatu yang niscaya yang harus dimiliki kampus untuk membuktikan sebuah lembaga pendidikan ke orang lain atau jawaban yang enteng dikatakan yaitu aku tidak tahu tentang akreditasi.

Teman-teman  yang bekerja di sebuah lembaga pendidikan (khususnya perguruan tinggi) baik itu negeri maupun swasta yang pernah ditugaskan pimpinan lembaganya untuk membuat berkas akreditasi mayoritas menjawab pertanyaan akreditasi itu apa dengan jawaban akreditasi itu menyita waktu, tenaga dan pikiran. terlebih lagi berkas (bagi perguruan tinggi disebut borang) dalam mempersiapkan dari persiapan borang sampai dengan visitasi assesor BAN-PT nantinya.

Persiapan yang dilaksanakan dari penentuan panitia akreditasi yang nantinya akan bertanggungjawab membuat borang akreditasi, mengumpulkan dan menginput data ke borang dan akhirnya melaksanakan finalisasi borang. Borang final inilah yang nantinya akan dikirim ke BAN-PT.

Ilustrasi di atas kiranya dapat menggambarkan sibuk dan harap cemasnya penulis dan teman-teman saat ini dalam menghadapi akreditasi program studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STIQ Amuntai Kalimantan Selatan. Pengajuan reakreditasi kami tepatnya disampaikan ke BAN-PT sebelum 1 April 2019 jadi masih menggunakan penilaian akreditasi menggunakan 7 standar yakni

1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN
2. TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, DAN PENJAMINAN MUTU
3. MAHASISWA DAN LULUSAN
4. SUMBER DAYA MANUSIA
5. KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK
6. PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRASARANA, SERTA SISTEM INFORMASI
7. PENELITIAN, PELAYANAN/PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA

 Pada tahun 2018 BAN-PT meluncurkan pengajuan akreditasi/reakreditasi menggunakan Online/daring yang dikenal dengan SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online). penggunaan daring seperti ini sangat memudahkan birokrasi dan tidak perlu lagi pengajuan akreditasi ke kantor BAN-PT di Jakarta. Menghemat tenaga, kertas dan juga dana/biaya.

Mudah-mudahan perjuangan kami dalam reakreditasi PBA ini menjadi amal jariyah pemberat timbangan nanti di yaumil hisab dan sebagai khidmat li hafazhat al quran. (HH)







Share this

Related Posts

Previous
Next Post »